Archive

Archive for the ‘Tips & Triks Windows Server’ Category

Workshop Windows Server 2012 Active Directory Migration Tool – 18-19 April 2015


Brosur-Windows-Server-2012-Active-Directory-Migration-Tool--18-19-April-2015

Step by Step Installation Apache and MySQL Cluster on Windows Server 2012 R2 Clustering Server


Topology-Apache-and-MySQL-Cluster-on-Windows-Server-2012-R2-Cluster-Rev

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

Setelah kita membangun Windows Server 2012 R2 Clustering Server dengan Virtualisasi VMWare seperti tutorial dibawah ini :

https://thinkxfree.wordpress.com/2015/03/17/step-by-step-installasi-dan-konfigurasi-membangun-windows-server-2012-r2-clustering-server-dengan-virtualisasi-vmware/

Sekedar reminder saja, coba kita bayangkan jika kita memiliki WebServer dan MySQL Database Server, lalu server kita butuh restart untuk update security atau butuh restart setelah melakukan suatu konfigurasi. Tentunya proses restart ini membutuhkan waktu dan hal ini merupakan Downtime pada server kita. Restart ini butuh waktu berapa lama? 1 menit / 5 menit / 10 menit? Jika Web Application kita memberikan toleransi untuk downtime atau Web Application kita bukan aplikasi yang kritikal, downtime ini bukanlah masalah. Tapi jika aplikasi yang kritikal dan dituntut High Availability yang tinggi, tentunya downtime 1 menit saja sudah merupakan kerugian. Tinggal kalikan berapa kerugian permenitnya, kalikan berapa banyak user yang mengakses.

Renungkan lagi, jika anda menjadi Management Perusahaan dengan ratusan karyawan yang mengakses Server. Lalu server mengalami Down selama 5 menit lah. Maka dalam waktu 5 menit ini seluruh karyawan tidak bekerja, lalu jika 5 menit kali ratusan karyawan ketemu berapa jam? Dan kalau dihitung sebagai kerugian, sekian jam kali sekian rupiah nanti akan ketemu totalnya berapa juta rupiah…?

Ini masih cuman urusan Downtime akibat butuh waktu untuk Restart Server loh. Bayangkan jika Server anda mengalami OS Corrupt atau Hardware Problem. Anda butuh waktu berapa lama untuk melakukan Install ulang OS Server anda? 1 jam / 2 jam? Butuh waktu berapa lama untuk install aplikasi atau database server? Butuh waktu berapa lama untuk restore database? Belum lagi kalau database yang di backup ada Corrupt atau last backup anda adalah kemarin malam. Berapa banyak data yang hilang? Lalu selanjutnya hitung waktu Downtime server anda hingga Server Up kembali. Berapa jam kalikan kerugian perusahaan. Saya yakin kerugian ini bisa untuk membeli server lagi atau untuk membangun Clustering Server atau membuat solusi Disaster Recovery Server System. Downtime Server itu bukan hanya membuat kerugian materiin bagi perusahaan, tapi juga non materiil. Contohnya adalah kepercayaan dari customer ( renungkan ini dgn insting dewa ).

Okelah kalau begitu, setelah sedikit pemanasan diatas maka selanjutnya pada tutorial ini kita akan membangun WebServer Apache dan MySQL Database Cluster pada Windows Server 2012 R2 Clustering Server.

 

Read more…

Step by Step Migrate Domain Users and Groups using Active Directory Migration Tool v.3.2 on Windows Server 2012 R2

April 11, 2015 8 comments

xps-windows-2012-iSCSI-Initiator-logo

Penulis artikel : Nathan Gusti Ryan

Jika perusahaan kita sudah mengunakan Domain Controller atau Active Directory Windows Server ( misalnya di artikel ini mengunakan contoh domain Thinkxfree.com ), lalu pada suatu saat nanti Manajemen perusahaan melakukan perubahan nama perusahaan atau membuat group perusahaan yang selanjutnya berimbas pada perubahan nama Domain perusahaan maka kita tentunya juga bersiap-siap melakukan migrasi domain. Perubahan nama Domain tentunya akan berakibat pada User Account, Group User, Computer, dan lain-lain. Jika user kita jumlahnya dibawah 20 orang atau komputernya berjumlah kurang dari 20 komputer, maka perubahan Domain ini dapat kita lakukan dengan mudah dengan cara membangun domain baru. Namun… jika jumlah user maupun komputer mencapai ratusan bahkan ribuan, tentunya hal ini tidaklah mudah karena menyangkut efisiensi ( -> Cost overtime, dll ), efektifitas ( -> waktu pengerjaan & waktu kerja user ) dan downtime server ( -> SLA Server System ).

Perhatikan Topology Domain Migration dibawah ini. Domain lama ( Thinkxfree.com ) di migrasi menjadi domain baru ( XP-Solution.com ).

Topology-AD-Win2012-R2-Migration

Read more…

Mengunakan Sysprep untuk Clonning VM OS Windows


xps-windows-2012-iSCSI-Initiator-logo

Penulis artikel : Nathan Gusti Ryan

Jika kita melakukan Clonning VM dengan OS Windows Server 2008 / 2008 R2 / 2012 / 2012 R2 / Windows 7 / Windows 8, lalu saat kita akan melakukan Join Domain muncul pesan sponsor bahwa anda tidak bisa melakukan Join Domain maka kita harus melakukan Sysprep agar Unix ID VM tersebut bisa di release agar menjadi fresh seperti VM yang baru di install.

Dalam berbagai kasus baik Clonning VM maupun Template VM, sebaiknya lakukan proses SYSPREP. Tahapan-tahapan yang harus kita lakukan adalah sebagai berikut :

Read more…

Solution for RD Licensing Mode is not Configured on Windows Server 2012


xps-windows-2012-rd-licensing

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

 

Berikut ini adalah Step by step konfigurasi Terminal Server yang sudah di aktivasi namun masih ada pesan sponsor “RD Licensing Mode is not Configured”.

RD-Windows-Server-2012-OK-000

Read more…

Step By Step Konfigurasi Client untuk akses StarWind NAS ( Windows 7 or Windows Server )


XPS-StarWind-NAS

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

 

Setelah kita selesai melakukan installasi dan konfigurasi StarWind NAS seperti pada tutorial ini :

https://thinkxfree.wordpress.com/2014/08/14/step-by-step-starwind-installation-build-starwind-nas-by-your-self-with-windows-server-2008-2012/

Maka selanjutnya kita akan melakukan Konfigurasi Client untuk akses StarWind NAS tersebut. Kali ini penulis akan mengunakan Client dengan OS Windows 7 dan mengunakan VMWare vSphere pada artikel berikutnya. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

iSCSI-Initiator-Windows-001

 

Read more…

Step By Step StarWind Installation – Build StarWind 5.x NAS by your self with Windows Server 2008 – 2012


XPS-StarWind-NAS

Penulis Artikel : Nathan Gusti Ryan

 

Setelah sekian banyak mengangkat artikel membangun NAS dengan FreeNAS, NAS4Free, Windows Server 2008 iSCSI Target, kali ini penulis angkat artikel dengan mengunakan produk StarWind + Win2008 or Win2012. Kita bisa membangun StarWind NAS di Bare Metal maupun di Virtual. Penulis sudah cukup banyak berpengalaman membangun NAS pada kedua platform ini ( P & V ). Jadi yang perlu diperhatikan disini adalah “Tips and Trick”-nya. Tentunya membuat resep masakan yang benar-benar sedap dan lezat ini butuh waktu dan pengalaman yang cukup memadai. Sehingga hasilnya “Bukan asal masakan yang bisa dimakan doang, tapi memiliki cita rasa dan kelezatan yang mak nyus uenak tenan gitu”… hahaha…

Ok, langsung saja kita persiapkan bahan-bahan yang akan kita masak :

  1. Sebuah Server denganProcessor minimal Dual Core ( sebaiknya Quad Core atau yang lebih tinggi ).
  2. Memory Server minimal 8 GB ( sebaiknya 16 GB / 32 GB ).
  3. Sebuah harddisk untuk OS minimal 300 GB ( sebaiknya di Mirror atau RAID 1 ).
  4. Sebuah harddisk untuk NAS minimal 1 TB ( sebaiknya di Mirror atau RAID 1 boleh juga di RAID 5 ).
  5. Sebuah ethernet / NIC 1G, kalau ada sich pake 10G.
  6. Sebuah UPS diperlukan agar NAS Server kita dapat terjaga Power Source-nya.

Sebelum kita lanjutkan pada proses Installasi, coba kita renungkan dulu “Apa sich yang akan kita dapatkan dari pembuatan NAS sendiri ini?“.

Sekarang kita bayangkan, berapa harga sebuah produk NAS yang sudah jadi? Paling jelek dan paling murah harganya masih di atas 50 juta rupiah ( Rackmounted branded NAS ). Kalau harga produk NAS yang standart corporate itu harganya 100 juta rupiah. Sedangkan harga sebuah server yang sudah support Dual / redundant Power Supply Unit ( PSU ), dan sudah support RAID 5 itu harganya sekitar 30 juta rupiah. So… kalo harga NAS standart-nya itu 100 juta rupiah dan kita bisa bangun NAS sendiri dengan server seharga 30 juta rupiah, maka kita bisa menghemat budget hingga 70%.

Read more…